Selasa, 25 Mei 2010

Proposal KKKS Bermutu Bab I

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKNAG

Undang-undang No .20 Tahun 2003 ( Sisdiknas, Pasal 3 ) menyebutkan bahwa fungsi dan tujuan Pendidikan Nasinal adalah sebagai berikut :

Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa , bertujuan untuk berkembangnya potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beraklak mulia , sehat, berilmu , cakap, kreatif , mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis seta bertanggung jawab.

Keberhasilan Pendidikan Nasional seperti tercantum dalam UU No 20 Tahun 2003 akan berhasil apabila adanya kemauan yang kuat dari dari berbagai stake holder yang berkesinambungan dan saling mendukung.

Keberhasilan siswa ada beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain :

1. Adanya kemauan/ motivasi siswa untuk belajar.

2. Adanya dorongan dari orang tua yang selalu untuk mendorong dan memotivasi serta mengawasi perkembangan anaknya.

3. Adanya guru / pendidik yang berkomitmen dalam kemajuan pendidikan.

4. Adanya sarana dan prasarana yang mendukung dan pemanfaatan secara optimal.

5. Adanya dukungan stake holder dalam memacu keberhasilan pendidikan.

6. Adanya lingkungan yang mendukung proses pembelajaran

Dari beberapa faktor tersebut diatas penulis berharap bahwa dengan menggunakan pendekatan Inquiry Approach di SDN 4 Kebutuhduwur mampu meningkatkan kemampuan daya serap siswa dalam proses belajar mengajar.

Proses Belajar Mengajar yang dilaksanakan sangat menentukan dalam proses daya serap anak , baik kondisi psikis maupun kondisi fisik secara umum perlu diperhatikan, serta guru juga sangat berperan dalam penentuan keberhasilan daya serap. Melalui berbagai metode atau pendekatan-pendekatan yang disampaikan ke siswa. Pendekatan yang digunakan sangat berpengaruh terhadap daya serap siswa dalam pembelajaran.

Akan tetapi, pada kenyataannya berdasarkan pengamatan peneliti pada lingkungan tempat tugas peneliti dan hasil intruspeksi diri, secara umum pembelajaran berbicara masih merupakan pembelajaran yang membosankan. Para siswa hanya diberi tugas-tugas menghafal teks atau tugas lain yang tidak pernah pula dikenal siswa model berbicara yang benar dalam konteks tugas tersebut. Guru berceramah dan siswa mendengarkan dan tahapan berikutnya siswa diberi tugas untuk menghafal teks kemudian memperagakannya di depan kelas, atau tanpa ada ceramah tiba-tiba siswa disuruh mengerjakan tugas/ soal-soal yang telah tersedia di lembar LKS .

Pembelajaran yang demikian tentu membosankan baik bagi siswa maupun guru. Jika pembelajarannya sudah membosankan, hasil yang diharapkan dari sebuah pembelajaran tidak mungkin lagi dapat dicapai secara optimal.

Kenyataan ini sungguh tidak jauh berbeda dengan apa yang dinyatakan Lie dalam bukunya Cooperatif Learning:

Paradigma lama adalah guru memberikan pengetahuan kepada si siswa yang pasif. Dalam konteks pendidikan tinggi, paradigma lama ini juga berarti jika seseorang mempunyai pengetahuan dan keahlian dalam suatu bidang, dia pasti dapat mengajar. Dia tidak perlu tahu proses belajar mengajar yang tepat. Dia hanya perlu menuangkan apa yang diketahuinya ke dalam botol kosong yang siap menerimanya. Banyak guru menganggap bahwa paradigma lama ini sebagai satu-satunya alternatif. Mereka mengajar dengan metode ceramah dan mengharapkan siswa Datang, Duduk, Dengar, Catat dan Hafal (3 DCH) serta mengadu siswa satu dengan yang lain. (2003:3)

Kalau model pembelajaran seperti ini dipertahankan, hampir dapat dipastikan hasil pembelajaran tidak akan pernah memuaskan. Akan tetapi, pada kenyataannya kecenderungan kemauan guru untuk melakukan perubahan dalam melakukan pembelajaran masih sangat sedikit. Keengganan untuk melakukan perubahan dalam pembelajaran ini karena keterbatasan guru terhadap referensi inovasi pembelajaran atau keterbatasan melakukan kreativitas dalam pembelajaran.

Hal ini terbukti bahwa dengan model pembelajaran konvensional yang terjadi di kelas SD Negeri 4 Kebutuhduwur, rata-rata prosentase Daya Serap tiap semester kurang dari 70 %. Rata-rata tersebut jelas masih di bawah ketuntasan sehingga perlu dicarikan solusi agar dapat mencapai nilai minimal ketuntasan belajar.

Oleh karena itu untuk meningkatkan daya serap siswa ,maka dalam penelitian ini diterapkan metode pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Inquiry Appraoch. Melalui pendekatan ini siswa diberi kesempatan untuk menggunakan proses mental dalam menemukan konsep atau prinsip ilmiah, serta meningkatkan potensi intelektualnya, E.Mulyasa ( 2007:94 ).

Pembelajaran dengan pendekatan Inquiry Appraoch merupakan bagian dari aplikasi Pembelajaran dengan menerapkan Model Pembelajaran Aktif Inovasi Kreatif Efektif dan Menyenangkan ( PAIKEM ) , sehingga siswa terdorong untuk menemukan konsep secara sendiri sehingga lebih terkesan dalam pembelajarannya.

Berdasarkan latar belakang, indentifikasi masalah dan pembatasan masalah tersebut, penelitian ini mengambil judul Meningkatkan Kemampuan Daya Serap Siswa di SD Negeri 4 Kebutuhduwur Melalui Pendekatan Pembelajaran Inquiry Approach.

B. Perumusan Masalah

Dengan judul penelian sebagaimana telah disebut di atas, rumuman masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah:” Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Daya Serap Siswa di SD Negeri 4 Kebutuhduwur Melalui Pendekatan Pembelajaran Inquiry Appraoch”.

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Tujuan umum penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan Kemampuan Daya Serap Siswa dalam Pembelajaran di SD Negeri 4 Kebutuhduwur.

2. Tujuan Khusus

Meningkatkan Kemampuan Daya Serap Siswa melalui metode pendekatan Pembelajaran Inquiry Appraoch dengan indikator :

a. Sekurang-kurangnya 75 % Pembelajaran dapat diserap oleh siswa.

b. Dalam proses Pembelajaran Guru sekurang-kurangnya 50 % menggunakan pendekatan Pembelajaran Inquiry Appraoch.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat:

a. Memberikan informasi dan manfaat pada kualitas pembelajaran di SD Negeri 4 Kebutuhduwur Kecamatan Pagedongan , Kabupaten Banjarnegara. Diharapkan Meningkatnya Kemampuan Daya Serap di SD Negeri 4 Kebutuhduwur, Kabupaten Banjarnegara .

b. Mengembangkan pendekatan pembelajaran Inquiry appraoch agar lebih menarik, variatif, dan lebih menantang siswa untuk mengembangkan kreativitasnya, serta memberikan motivasi bagi siswa.

c. Memperkaya khasanah pendidikan yang berhubungan dengan proses kegiatan belajar mengajar di sekolah.

d. Memberikan sumbangsih sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya.

2. Manfaat Praktis

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Sekolah, oleh karena itu penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat praktis kepada siswa, guru, Kepala Sekolah dan sekolah. Berikut ini uraian manfaat praktis yang diharapkan pada penelitian ini.

a. Siswa

Bagi siswa penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan kemampuan daya serap dalam pembelajaran yang disertai kreativitas, daya imajinasi, inovasi serta motivasi .

b. Guru

Dengan dilaksanakannya penelitian ini diharapkan guru dapat mengembangakan model-model pembelajaran inovatif dan dalam menjalankan tugasnya sebagai guru selalu menggunakan pendekatan-pendekatan pembelajaran yang dapat mengembangkan krativitas dan pengembangan pikir siswa. Guru diharapkan akan selalu peka terhadap situasi dan kondisi yang terjadi dikelasnya sehingga dapat dengan segera mengatasi hal-hal yang mungkin akan menurunkan minat maupun hasil belajar pesera didik.

c. Kepala Sekolah

Bagi kepala sekolah penelitian ini diharap dapat memacu dan memberi inspirasi serta memotivasi dalam menggali kopetensi-kopetensi kepala sekolah di sekolah masing-masing.

d. Sekolah

Dari hasil penelitian ini diharapkan kualitas pendidikan di sekolah ini akan meningkat sehingga secara langsung maupun tidak akan menambah nilai lebih pada sekolah. Penelitian ini juga diharapkan dapat berimbas pada teman-teman guru dan kepala sekolah dalam satu sekolah atau sekolah lain di sekitarnya.